Sejarah Yayasan


Yayasan Pendidikan Islam Ahmad Hasanudin didirikan dalam rangka menjawab kebutuhan umat Islam di lingkungan Kampung Cirenged dan sekitarnya serta masyarakat Islam pada umumnya terutama di dalam hal pengelolaan kegiatan pendidikan Islam dan dakwah.

Latar belakang pendirian Yayasan Pendidikan Islam Ahmad Hasanudin ini secara langsung maupun tidak langsung telah menampilkan sosok Masjid Baiturohim Cirenged yang dalam kiprahnya telah menjadi Masjid yang multifungsi yakni tidak hanya sekedar sebagai tempat kegiatan kegiatan peribadatan dan dakwah tapi juga telah menjadi sarana kegiatan pendidikan Islam.

Yayasan ini dirintis pada tahun 1933 oleh Alm  KH. Ahmad Hasanudin dan di Akta notariskan pada tahun 1989  pada Notaris  Maria Abubakar.  Ide pendirian Yayasan Pendidikan Islam Ahmad Hasanudin tersebut muncul atas motivasi dan kenyataan :

Pertama:
Firman Allah SWT : “ Orang mu’min laki-laki dan perempuan sebagian mereka menjadi pemimpin sebagian yang lain, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemunkaran. (QS. At-Taubah : 71).

Berdasarkan firman Allah di atas, bahwa berbuat kebajikan serta memperhatikan nasib generasi penerus pada hakekatnya merupakan tuntutan yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk merealisasikan terwujudnya tuntutan tersebut, didorong oleh rasa kemanusian dan tanggungjawab.

Kedua:
Kurangnya sarana keagamaan yang memadai khususnya di Kampung Cirenged pada waktu itu. Karena kurangnya sarana pendidikan keagamaan, akibatnya sulit untuk mengkoordinasi dan menjaring kegiatan-kegiatan pendidikan keagamaan di masyarakat. Akibat selanjutnya, masyarakat menjadi tertinggal (awam) dalam hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan agama.

Ketiga:
Memperbaiki tarap hidup masyarakat di pedesaan merupakan tugas dan kewajiban ummat Islam dalam rangka mengisi kemerdekaan dengan amal kebaikan, memberantas kebodohan, kekufuran dan kekafiran.

Kempat:
Semakin derasnya tantangan luar, baik melalui mass media maupun pergaulan sehari-hari. Di masyarakat sedang terjadi penetrasi budaya atau (kejutan-kejutan budaya) yang dapat menggoyahkan nilai-nilai aqidah. Seharusnya masyarakat dibekali pengetahuan pendidikan agama agar dapat merealisasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, dan sekaligus akan menjadi filter yang dapat menyaring bahkan menolak budaya-budaya yang bertentangan dengan norma-norma agama. Agama dapat mengarahkan manusia ke jalan yang lurus dan benar. Lewat yayasan inilah nilai-nilai agama kami pancarkan.

TUJUAN

Membentuk generasi muslim yang berakhlaq mulia, berilmu, cakap dan mempunyai kesadaran dalam bertanggung jawab terhadap kesejahteraan ummat

Membentuk masyarakat Indonesia yang berkepribadian sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional melalui jalur formal dan non formal dalam upaya mewujudkan kesejahteraan lahir bathin ummat Islam.

Mendidik masyarakat Indonesia untuk menjadi seorang muslim yang bertaqwa kepada Alloh SWT, memiliki kecerdasan, keterampilan dan berahklaqul karimah.

Turut serta dalam mempersiapkan generasi pembangunan yang shalih shalihah, mulia akhlaqnya dan berbakti kepada kedua orang tuanya.


Semoga.