BIDANG PENDIDIKAN


Kegiatan Yayasan Pendidikan Islam Ahmad Hasanudin yang secara formal dan cukup signifikan, yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah di bidang pendidikan. Meskipun kiprahnya baru menjangkau pendidikan formal pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah, aktifitas tersebut betapapun kecilnya bagi Yayasan Pendidikan Islam Ahmad Hasanudin telah ikut berpartisipasi berbuat sesuatu yang sifatnya membantu masyarakat di dalam mencerdaskan kehidupannya.


Mengelola pendidikan bukanlah suatu hal yang mudah selain menuntut rasa tanggung jawab yang tinggi juga implementasi pembinaannya harus demikian jelas arahnya, karena yang dilakukan adalah mempersiapkan generasi muda bangsa dengan SDM yang memiliki kualitas yang patut dibanggakan di kemudian hari.

Berangkat dari pemikiran seperti itu maka para pendiri dan pengurus yayasan bersepakat untuk mendirikan atau mengelola pendidikan yang bernuansa Islam seperti yang ada saat ini, Madrasah Ibtidaiyah dan Pengajian anak-anak serta remaja dan orang tua. Dan Insya Allah dalam beberapa tahun ke depan akan diadakan SMP Islam Terpadu.

Program dan Kegiatan

A. BIDANG PENDIDIKAN

Kegiatan Yayasan Pendidikan Islam Ahmad Hasanudin yang secara formal dan cukup signifikan, yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah di bidang pendidikan. Meskipun kiprahnya baru menjangkau pendidikan formal pada ingkat Madrasah Ibtidaiyah, aktifitas tersebut betapapun kecilnya bagi Yayasan Pendidikan Islam Ahmad Hasanudin telah ikut berpartisipasi berbuat sesuatu yang sifatnya membantu masyarakat di dalam mencerdaskan kehidupannya.

Mengelola pendidikan bukanlah suatu hal yang mudah selain menuntut rasa tanggung jawab yang tinggi juga implementasi pembinaannya harus demikian jelas arahnya, karena yang dilakukan adalah mempersiapkan generasi muda bangsa dengan SDM yang memiliki kualitas yang patut dibanggakan di kemudian hari.

Menyadari hal tersebut, maka visi dan misi pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting. Selain sebagai pedoman di dalam menentukan arch kebijakan pembinaannya, juga diharapkan agar para peserta didik memiliki wawasan yang berkeseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dan agama yang memadai. Berangkat dari pemikiran seperti itu maka para pendiri dan pengurus yayasan bersepakat untuk mendirikan atau mengelola pendidikan yang bernuansa Islam seperti yang ada saat ini, Madrasah Ibtidaiyah dan Pengajian anak-anak serta remaja dan orang tua. Dan Insya Allah dalam beberapa tahun ke depan akan diadakan SMP Islam Terpadu.


B. BIDANG DAKWAH

Kiprah yayasan di bidang dakwah belum dirasakan oleh masyarakat secara luas karena selain belum ditangani secara khusus dan profesional juga penanganannya masih bersifat lokal dan konvensional dengan menggunakan sarana masjid sebagai media dakwah dalam bentuk ceramah, pengajian, dll.



Kegiatan dakwah di kampung cirenged ini dipusatkan di Masjid jamie Baeturrohim, dilakukan oleh pengurus masjid bekerja sama dengan seluruh majlis taklim yang ada di kampung cirenged . Peran yayasan dalam hal ini, adalah sebagai fasilitator.

Keterkaitan yayasan dengan masjid tidak dapat dipisahkan kerena selain secara historis kegiatan peribadatan, pendidikan dan dakwah pada tahun-tahun awal pendirian yayasan dilakukan di masjid di bawah pengelolaan yayasan.

Letak masjid yang menyatu dengan MI Cirenged memiliki nilai dakwah yang secara tidak langsung dapat dirasakan oleh jamaah masjid terutama pada waktu pelaksanaan sholat Dzuhur dan Ashar. Pada saat tersebut, murid-murid MI Cirenged dituntun ke masjid untuk melakukan sholat berjamaah yang dilanjutkan dengan wirid dan zikir di bawah bimbingan guru-guru MI Cirenged yang terbagi dalam beberapa kelompok dan tiap kelompok dibina oleh masing-masing 1 (satu) orang guru.

Alhamdulillah, dengan kepercayaan semua pihak, keberadaan masjid Jamie Baeturohim demikian strategis bagi kepentingan pendidikan dan dakwah baik bagi murid maupun masyarakat/jamaah masjid.


C. BIDANG SOSIAL

Sebagai sebuah lembaga Islam, Yayasan Pendidikan Islam Ahmad Hasanudin ingin berbuat banyak di bidang ini terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat dari segi ekonomi khususnya bagi masyarakat ekonomi lemah.

Fakta menunjukkan betapa banyak saudara-saudara kita sesama muslim yang demikian terpuruk ekonominya sehingga mengalami kesulitan yang sangat. di tambah lagi dengan banyaknya pihak yang meminjamkan uangnya dengan bunga yang mencekik leher.

Rencana kedepan dari Yayasan ini adalah membentuk BMT (Baitul Mal Wa Tamwil)

Sejarah Yayasan


Yayasan Pendidikan Islam Ahmad Hasanudin didirikan dalam rangka menjawab kebutuhan umat Islam di lingkungan Kampung Cirenged dan sekitarnya serta masyarakat Islam pada umumnya terutama di dalam hal pengelolaan kegiatan pendidikan Islam dan dakwah.

Latar belakang pendirian Yayasan Pendidikan Islam Ahmad Hasanudin ini secara langsung maupun tidak langsung telah menampilkan sosok Masjid Baiturohim Cirenged yang dalam kiprahnya telah menjadi Masjid yang multifungsi yakni tidak hanya sekedar sebagai tempat kegiatan kegiatan peribadatan dan dakwah tapi juga telah menjadi sarana kegiatan pendidikan Islam.

Yayasan ini dirintis pada tahun 1933 oleh Alm  KH. Ahmad Hasanudin dan di Akta notariskan pada tahun 1989  pada Notaris  Maria Abubakar.  Ide pendirian Yayasan Pendidikan Islam Ahmad Hasanudin tersebut muncul atas motivasi dan kenyataan :

Pertama:
Firman Allah SWT : “ Orang mu’min laki-laki dan perempuan sebagian mereka menjadi pemimpin sebagian yang lain, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemunkaran. (QS. At-Taubah : 71).

Berdasarkan firman Allah di atas, bahwa berbuat kebajikan serta memperhatikan nasib generasi penerus pada hakekatnya merupakan tuntutan yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk merealisasikan terwujudnya tuntutan tersebut, didorong oleh rasa kemanusian dan tanggungjawab.

Kedua:
Kurangnya sarana keagamaan yang memadai khususnya di Kampung Cirenged pada waktu itu. Karena kurangnya sarana pendidikan keagamaan, akibatnya sulit untuk mengkoordinasi dan menjaring kegiatan-kegiatan pendidikan keagamaan di masyarakat. Akibat selanjutnya, masyarakat menjadi tertinggal (awam) dalam hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan agama.

Ketiga:
Memperbaiki tarap hidup masyarakat di pedesaan merupakan tugas dan kewajiban ummat Islam dalam rangka mengisi kemerdekaan dengan amal kebaikan, memberantas kebodohan, kekufuran dan kekafiran.

Kempat:
Semakin derasnya tantangan luar, baik melalui mass media maupun pergaulan sehari-hari. Di masyarakat sedang terjadi penetrasi budaya atau (kejutan-kejutan budaya) yang dapat menggoyahkan nilai-nilai aqidah. Seharusnya masyarakat dibekali pengetahuan pendidikan agama agar dapat merealisasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, dan sekaligus akan menjadi filter yang dapat menyaring bahkan menolak budaya-budaya yang bertentangan dengan norma-norma agama. Agama dapat mengarahkan manusia ke jalan yang lurus dan benar. Lewat yayasan inilah nilai-nilai agama kami pancarkan.

TUJUAN

Membentuk generasi muslim yang berakhlaq mulia, berilmu, cakap dan mempunyai kesadaran dalam bertanggung jawab terhadap kesejahteraan ummat

Membentuk masyarakat Indonesia yang berkepribadian sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional melalui jalur formal dan non formal dalam upaya mewujudkan kesejahteraan lahir bathin ummat Islam.

Mendidik masyarakat Indonesia untuk menjadi seorang muslim yang bertaqwa kepada Alloh SWT, memiliki kecerdasan, keterampilan dan berahklaqul karimah.

Turut serta dalam mempersiapkan generasi pembangunan yang shalih shalihah, mulia akhlaqnya dan berbakti kepada kedua orang tuanya.


Semoga.